RSUD Panembahan Senopati Raih Penghargaan PKBRS Terbaik dari BKKBN – PERSI Award 2010

Rabu Kliwon, 3 November 2010 10:35 WIB ∼ 1249

Sebagian besar kasus persalinan dan keguguran di rumah sakit adalah kasus rujukan yang mempunyai resiko kematian ibu tinggi. Selain itu, hanya 5 hingga 10 persen saja ibu melahirkan atau keguguran yang terlindungi dari kehamilan berikutnya dengan menggunakan kontrasepsi. Rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan dan rujukan menjadi harapan besar dan memberikan kontribusi kuat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. RSUD Panembahan Senopati adalah salah satu RSUD yang menjadi sasaran pengembangan Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS). Dengan angka persalinan yang cukup tinggi, melebihi RS-RS sekelas, maka pengembangan Program Keluarga Berencana Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran (KB PP dan PK) sangat prospektif untuk dikembangkan. Dengan tujuan secara umum dapat memberikan kontribusi terhadap akselerasi penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir melalui pelayanan Program KB PP dan PK yang terjangkau dan berkualitas. Tujuan secara khusus adalah meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan Program KB PP dan PK. Pelayanan KB di RSUD Panembahan Senopati Bantul telah dilaksanakan sejak tahun 1973 bekerjasama dengan BKKBN Kabupaten Bantul. Untuk lebih mensukseskan pelayanan KB tersebut, maka RSUD Panembahan Senopati menggandeng BKKPP dan KB Kabupaten Bantul. Poliklinik PKBRS Panembahan Senopati di launching pada tanggal 28 Maret 2010 berbarengan dengan peringatan Hari Jadi RSUD Panembahan Senopati yang ke-7 dan secara resmi Poliklinik PKBRS di RSUD Panembahan Senopati operasional dan memberikan pelayanan sebagai berikut : 1. Konseling KB pasca persalinan. 2. Konseling KB pasca keguguran. 3. Pemasangan dan pencabutan IUD. 4. Pemasangan dan pencabutan AKBK (implant) 5. Konsultasi dan pelayanan KB umum. 6. Konsultasi dan pelayanan kontrasepsi mantap (MOP dan MOW). 7. Penanganan efek samping dan kegagalan. Sejak dilaunching kegiatan pelayanan KB di poliklinik PKBRS menunjukkan data yang cukup signifikan antara lain : 1. Terdapat kenaikan pada pelayanan KB di RS. 2. Partisipasi pria untuk ber-KB meningkat (dapat dilihat dari tingginya pemilihan kondom sebagai alat kontrasepsi terutama pasca persalinan). 3. Proses MoU mengenai sistem tarif untuk tindakan MOP dan MOW dalam tahap proses penyusunan. Bila MoU telah jadi maka masyarakat (terutama masyarakat miskin) tidak perlu jauh-jauh lagi ke RS Yogyakarta untuk mendapatkan pelayanan kontap. 4. KB Pasca Keguguran dalam 2 bulan terakhir coverage-nya mencapai 100%. Hal ini tidak lepas dari peran PLKB dan petugas KB RS yang selalu berkeliling untuk memberikan konseling kepada pasien nifas/pasca melahirkan dan pasca keguguran. 5. Dalam struktur organisasi PKBRS, PLKB juga dimasukkan sebagai penanggung jawab konseling. Berdasarkan hal tersebut RSUD Panembahan Senopati mendapatkan Piagam Penghargaan dari BKKBN-PERSI Award 2010 kategori Peningkatan Pelayanan PKBRS Melalui Paviliun KB. Revitalisasi PKBRS di RSUD Panembahan Senopati ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan pelayanan KB di Kabupaten Bantul, yang muaranya memberikan kontribusi terhadap akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu. (sam)