Pelatihan Patient Safety

Rabu Pon, 24 April 2013 13:25 WIB ∼ 1015

Hampir setiap tindakan medis menyimpan potensi resiko. Banyaknya jenis obat, jenis pemeriksaan dan prosedur, serta jumlah pasien dan staf Rumah Sakit yang cukup besar, merupakan hal yang potensial bagi terjadinya kesalahan medis (medical error). Di Indonesia telah dikeluarkan Kepmen nomor 496/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit, yang tujuan utamanya adalah untuk tercapainya pelayanan medis prima di rumah sakit yang jauh dari medical error dan memberikan keselamatan bagi pasien. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menegaskan pentingnya keselamatan dalam pelayanan kepada pasien. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) telah membentuk Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS) pada tanggal 1 Juni 2005. Selanjutnya Gerakan Keselamatan Pasien Rumah Sakit ini kemudian dicanangkan oleh Menteri Kesehatan pada Seminar Nasional PERSI pada tanggal 21 Agustus 2005 di Jakarta Convention Centre Jakarta. KKP RS telah menyusun Panduan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien bagi staf RS untuk mengimplementasikan Keselamatan Pasien di RS. Di samping itu pula Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Depkes telah menyusun standar Keselamatan Pasien RS yang akan menjadi salah satu Standar Akreditasi. Mempertimbangkan betapa pentingnya misi rumah sakit untuk mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik terhadap pasien mengharuskan rumah sakit untuk berusaha mengurangi medical error sebagai bagian dari penghargaannya terhadap kemanusiaan, maka dikembangkan system Patient Safety yang dirancang mampu menjawab permasalahan yang ada. Oleh karena itu RSUD Panembahan Senopati Bantul menjalin kerjasama dengan INKA Training Centre menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Keselamatan Pasien. Acara di laksanakan selama 3 hari, Selasa (23/04) sampai dengan Kamis (25/04) 2013 di Aula B RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pelatihan diikuti oleh Direktur, Komite Medis dan Dokter Praktek Pelayanan Medis (SMF), Kepala Unit/Bagian/Bidang, Kepala Ruang Pelayanan Keperawatan, Kepala/Penanggungjawab pelayanan penunjang dan staf pendukung lainnya. Pelatihan dengan Metode Belajar dengan ceramah dan studi kasus secara interaktif dalam kelompok. Dengan metode ini diharapkan peserta dapat langsung mengaplikasikan ketrampilannya dalam melaksanakan Tujuh Langkah Keselamatan Pasien dan Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit serta mampu membangun kesadaran terhadap keselamatan pasien dan terlaksananya implementasi keselamatan pasien dalam setiap kegiatan pelayanan di rumah sakit.