Inhouse Training Resusitasi Jantung dan Paru (RJP)

Jumat Pahing, 27 Februari 2015 13:40 WIB ∼ 1232

Pengetahuan tentang adanya kegawat daruratan henti jantung dan henti nafas dimasyarakat bahkan karyawan rumah sakit non medis masih sangat rendah, terbukti kejadian ini sering dianggap sebagai penyakit masuk angin duduk. Karyawan rumah sakit harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang resusitasi jantung dan paru (RJP) sebagai tindakan utama dari Bantuan Hidup Dasar (BHD) yaitu tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan pada pasien yang mengalami keadaan yang mengancam nyawa (henti jantung paru). Pengetahuan serta ketrampilan seluruh karyawan baik medis maupun non medis tentang keselamatan pasien harus ditingkatkan termasuk didalamnya adalah ketrampilan tentang RJP. Untuk meningkatkan kemampuan dalam penatalaksanaan prosedur kegawat daruratan henti jantung dan nafas RSUD PS mengadakan Inhouse Training Resusitasi Jantung dan Paru (RJP). Acara dilaksanakan tanggal 27 dan 28 Februari 2015 di Aula B RSUD PS yang diikuti Dokter Spesialis, Pejabat Struktural, Staf Umum, Cleaning Service, Administrasi Bangsal dan Poli, Petugas Keamanan serta Petugas Parkir RSUD PS. Dengan narasumber dr. Warih Tjahjono, Sp.PD, Nurul Budi Santoso, S.Kep,NS dan Fitri Natalia Dara Pamungkas, S.ST. Setelah mengikuti pelatihan peserta mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam penatalaksanaan kegawat daruratan henti jantung dan nafas dilingkungan kerja masing-masing.