Pelatihan Kolaborasi TB - HIV Di RSUD Panembahan Senopati

Jumat Pon, 16 Oktober 2015 12:47 WIB ∼ 1698

Foto Berita

Foto bersama peserta dan narasumber

 

            Munculnya epidemic HIV dan AIDS di dunia menambah permasalahan TB. Ko-infeksi dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) akan meningkatkan resiko kejadian TB secara signifikan. Tuberculosis (TB) adalah penyebab kematian utama pada orang dengan HIV AIDS (ODHA).

            Di Indonesia TB merupakan tantangan bagi pengendalian AIDS karena merupakan infeksi penyerta yang sering terjadi pada ODHA. WHO memperkirakan jumlah pasien TB dengan status HIV positif di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 7,5 %, tejadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya 3,3 % (global report WHO 2013).

            Kegiatan kolaborasi TB-HIV di Indonesia merupakan rangkaian kegiatan bersama program pengendalian TB dan program pengendalian HIV yang bertujuan untuk mengurangi beban TB dan HIV pada masyarakat akibat kedua penyakit ini.

            RSUD Panembahan Senopati Bantul sebagai rumah sakit tipe B pendidikan juga melaksanakan pelayanan TB maupun pelayanan HIV. Pasien di rumah sakit ada yang sejak dari awal sudah terdiagnosa TB atau HIV, tetapi ada yang belum. Kedua penyakit ini membutuhkan penatalaksanaan secara khusus.

            Oleh karena itu rumah sakit harus terus meningkatkan kemampuan, baik SDM maupun penyediaan sarana dan prasarana. Peningkatan kemampuan SDM bisa ditempuh dengan pelatihan. Terkait dengan hal ini, maka Bagian Pengembangan RSUD Panembahan Senopati Bantul mengadakan pelatihan TB-HIV.

            Pelatihan ini diadakan pada hari selasa 13 Oktober 2015 di Aula B lantai 2 RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pelatihan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul dr. I Wayan Sudana M.Kes. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh 5 dokter sebagai narasumber yaitu : (1) dr. Warih Tjahjono, Sp. PD. ; (2) dr. Anjani Woerjandari, M.Kes ; (3) dr. Alexander Prasudi, M.Kes ; (4) dr. Tri Wijaya ; (5) dr. Yuni Isati R, Sp.P.

            Materi yang diberikan adalah : (1) Program dan kebijakan kolaborasi TB-HIV ; (2) Organisasi dan kegiatan kolaborasi TB-HIV di tingkat sarana pelayanan kesehatan; (3) KIE Pencegahan HIV dan IMS ; (4) Rujukan pasien TB pada ODHA ; (5)Diagnosis TB pada ODHA ; (6) Perawatan, dukungan dan pengobatan pada pasien TB dengan HIV; (7) Kewaspadaan universal dan pengendalian infeksi TB di sarana pelayanan kesehatan ; (8) Monitoring dan evaluasi kegiatan TB – HIV di sarana pelayanan kesehatan.  Pelatihan berakhir dan ditutup dengan do’a pada pukul 17.00 WIB. (Bawono)