Persiapan Simulasi Penanggulangan Bencana RSUD Panembahan Senopati

Rabu Kliwon, 2 Desember 2015 08:06 WIB ∼ 2471

Terjadinya bencana di Indonesia, baik bencana alam seperti gempa bumi dan gunung meletus ataupun bencana yang ditimbulkan oleh ulah manusia seperti kebakaran hutan, banjir, kebocoran pabrik kimia semakin marak terjadi di Indonesia, tak terkecuali di Yogyakarta. Peristiwa Gempa bumi di Bantul beberapa tahun yang lalu, kebakaran, serta kecelakaan menambah deretan peristiwa bencana di Yogyakarta.

Dalam hal ini peran Rumah Sakit sebagai ujung tombak dari pelayanan medik pada saat terjadi bencana sangatlah penting dan merupakan mata rantai utama dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Seyogyanya pelayanan medik menjadi semakin cepat dan tepat, mulai dari pra rumah sakit ditempat kejadian berupa Pertolongan Pertama Pada Penderita Gawat Darurat, serta di rumah sakit termasuk pelayanan antar rumah sakit sebagai jaringan rujukannya bila membutuhkan pelayanan spesialistik.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa rumah sakit yang sudah biasa menghadapi emergency sehari-hari hanya cukup menambah kapasitas seperti tempat tidur, peralatan petugas, ruang rawat, logistik medik dan non medik. Tetapi dari hasil analisa / pengamatan dilapangan, bencana sesungguhnya merupakan suatu keadaan yang unik bukan hanya menambah kuantitas tetapi juga terdapat perbedaan penanganan secara kualitatif, dikarenakan gangguan komunikasi, kerusakan rute transportasi dan tidak berfungsinya fasilitas lain. Dalam penanganan bencana, juga akan melibatkan banyak orang yang berbeda (lintas program dan sektor) sehingga pengambilan keputusan dapat berbeda dari keadaan emergency sehari – hari.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam rangka untuk meningkatkan tanggap darurat saat terjadi bencana, maka Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. I Wayan Sudana, M. Kes menginstruksikan agar dilaksanakan Hospital Disaster Plan (HDP) atau biasa disebut dengan Simulasi Penanggulangan Bencana. Tujuan dilaksanakannya Simulasi Penanggulangan Bencana ini adalah agar para petugas semakin siap menghadapi keadaan gawat darurat bencana serta mampu mamahami dan mempraktikkan tugas pokok, fungsi dan perannya masing – masing saat penanganan bencana terutama bila terjadi korban massal.

Persiapan yang dilakukan RSUD Panembahan Senopati Bantul selama 2 hari. Dimulai pada hari Selasa, 1 Desember 2015 yaitu paparan simulasi penanggulangan bencana dengan narasumber dr. Hendro Wartatmo, Sp. B, KBD yang merupakan konsultan HDP dari PUSBANKES 118. Kemudian di hari Rabu 2 Desember 2015 dilaksanakan Table Top (gladi bersih)  pada pukul 08.00 WIB yang diikuti oleh perwakilan dari instansi dan juga para peserta yang sudah diberikan peran dalam HDP. Sedangkan Simulasi Penanggulangan Bencana ini direncanakan akan dilaksanakan pada hari Kamis, Tanggal 3 Desember 2015 pada pukul 08.00 WIB sampai selesai di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Peserta dalam simulasi bencana ini adalah Tim HDP RSUD Panembahan Senopati Yogyakarta, Beberapa petugas yang ditunjuk, serta beberapa pihak dari lintas sektoral atau SKPD yang terkait seperti Dinas Kesehatan (12 Puskesmas), BPBD Kabupaten Bantul, Polsek, Polres, PMI, dan RSU PKU Bantul. (Bawono)