PELATIHAN PENANGGULANGAN PENDERITA GAWAT DARURAT

Selasa Kliwon, 27 September 2016 10:30 WIB ∼ 1110

Masih tingginya kematian yang disebabkan karena kasus kegawatdaruratan khususnya syok kardiogenik yang menunjukkan bahwa penatalaksanaan kegawatdaruratan medis belum dilaksanakan secara optimal oleh karena kurangnya sarana dan prasarana serta kemampuan sumber daya yang harus selalu ditingkatkan. Untuk meningkatkan sebuah sistem yang baik diperlukan sumber daya manusia yang terampil dan terlatih dalam menangani penderita gawat darurat.

RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan rumah sakit rujukan kegawatdaruratan medis di Bantul dan sekitarnya yang didalamnya penanganannya harus dilakukan secara terpadu dan pengaturan dalam suatu sistem. Petugas yang terlibat dalam kasus kegawatdaruratan wajib memiliki kemampuan tertentu, yaitu keterampilan untuk memberikan bantuan dasar hidup (Basic Life Support) serta mengenal keadaan gawat darurat akibat trauma maupun non trauma.

 Pada Tahun 2016 ini ada sejumlah perawat dan bidan yang habis masa berlaku sertifikat Pelatihan PPGD dan beberapa perawat maupun bidan baru yang belum memiliki sertifikat PPGD, sehingga untuk merefresh kembali profesionalisme seorang perawat / bidan dalam melakukan pertolongan kepada pasien kegawatdaruratan dalam kasus apapun dan juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia RSUD Panembahan Senopati diperlukan beberapa pelatihan menyangkut kegawadaruratan medis. Dengan beberapa kasus dan latar belakang yang ada maka diperlukan sekali diadakan pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD/BTCLS)untuk meningkatkan kemampuan dalam penatalaksanaan prosedur kegawatdaruratan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul.

            Oleh sebab itu RSUD panembahan Senopati bantul melaksanakan pelatihan PPGD pada tanggal 21 sampai dengan 25 September 2016 pukul 07.30 – 17.30 WIB dengan pemateri dari Tim PUSBANKES 118 PERSI DIY yang terdiri dari dokter spesialis dan perawat terampil

          Semoga pelatihan ini mampu menambah pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan medis sehari-hari maupun korban massal di lingkungan kerja masing-masing.