Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat 2016

Sabtu Legi, 17 Desember 2016 09:26 WIB ∼ 2090

Foto Berita

Tingginya kerentanan bencana di provinsi Yogyakarta mengakibatkan resiko terjadinya banyak korban meninggal maupun terluka saat bencana terjadi. Korban bencana perlu mendapatkan penanganan kegawat daruratan yang optimal sehingga korban bisa diselamatkan dan angka kematian bisa ditekan. Penatalaksanaan kegawat daruratan medis memerlukan sarana dan prasarana serta kehandalan personel didalamnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul menentukan standar minimal bagi tenaga kesehatan khususnya perawat melalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Perijinan di Bidang Kesehatan bahwa salah satu syarat untuk diberikan Surat Ijin Kerja bagi perawat wajib melampirkan sertifikat Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) BTCLS.

Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPK PPNI)  mendukung peraturan tersebut dan memfasilitasi dengan menyelenggarakan pelatihan Penanggulangan  Penderita Gawat Darurat (PPGD) atau Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS)

Pelatihan PPGD ini dilaksanakan pada hari Rabu 7 Desember hingga Minggu 11 Desember 2016 di Aula B RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari perawat yang belum pernah mengikuti pelatihan PPGD dan perawat yang habis masa berlaku sertifikat PPGD nya.

Narasumber dalam pelatihan ini berasal dari TIM Baker PGDMI PUSBANKES 118 PERSI Cabang Yogyakarta.

Sedangkan materi yang diberikan adalah Sistem PPGD dan manajemen bencana, Inittial Assessment, Airway dan Breathing Management, Bantuan Hidup Dasar, Shock dan perdarahan, Stabilitasi dan transportasi, Biomekanik trauma, Trauma Ekstrimitas, Thorax, abdomen, kepala, dan termal, intoksifikasi, EKG Arimia Lethal, Sindroma koroner akut, terapi elektrik, cardiac arrest, triase scenario, serta peran peawat gawat darurat. Peserta juga mendapatkan materi beupa praktek langsung proses resusitasi jantung paru, airway and breathing management, stabilisasi dan transportasi, serta defribilasi.

Penanggung jawab dalam pelatihan ini, ketua DPK PPNI RSUD Panembahan Senopati Bantul Sukwan Sumono, S.Kep. Ns., berharap bahwa pelatihan PPGD ini mampu meningkatkan pengetahuan dan penatalaksanaan kegawat daruratan medis sehari – hari maupun korban masal di lingkungan kerja masing – masing.