PELATIHAN PENANGGULANGAN PENDERITA GAWAT DARURAT DAN BTCLS PUSBANKES PERSI DIY 2017

Senin Kliwon, 15 Mei 2017 09:29 WIB ∼ 1102

Foto Berita

Keadaan Gawat Darurat bisa terjadi mendadak setiap saat. Kondisi ini menuntut kesiapan petugas kesehatan untuk mengantisipasi kejadian itu. Bila kita cermati, kematian-kematian karena henti jantung dan henti nafas selama ini cukup banyak khususnya pada area Pre Hospital. Management pertolongan keadaan Gawat Darurat pada area tersebut sampai saat masih sangat menyedihkan. Banyak kematian-kematian di masyarakat yang mestinya bisa dicegah bila kita punya kepedulian terhadap masalah tersebut.

Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) adalah Tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan pada pasien yang mengalami keadaan yang mengancam nyawa (henti jantung-paru). Perawat harus mempunyai ketrampilan tentang hal ini. Kemampuan menanggulangi kegawat daruratan dan BLS ini sangat diperlukan baik di area pre hospital maupun intra hospital.

RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan rumah sakit rujukan kegawatdaruratan medis di Bantul dan sekitarnya yang didalamnya penanganannya harus dilakukan secara terpadu dan pengaturan dalam suatu sistem. Petugas yang terlibat dalam kasus kegawatdaruratan wajib memiliki kemampuan tertentu, yaitu keterampilan untuk memberikan bantuan dasar hidup (Basic Life Support) serta mengenal keadaan gawat darurat akibat trauma maupun non trauma.

Oleh karena itu RSUD Panembahan Senopati melaksanakan pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat dan BTCLS yang dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 3 – 7 Mei 2017 pukul 08.00 hingga 17.30 WIB di Aula B dan lingkungan sekitar RSUD Panembahan Senopati dengan materi berupa teori dan praktek oleh narasumber dari Tim Badan Kerjasama Penanggulangan Gawat Darurat Medis (BAKER PGDM) Pusat Bantuan Kesehatan (PUSBANKES) 118 Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Cabang D.I. Yogyakarta. 

Semoga melalui Pelatihan PPGD dan BTCLS ini peserta pelatihan bisa mendapatkan pengetahuan dan penatalaksanaan kegawatdaruratan medis sehari-hari maupun korban masal dilingkungan kerja serta mampu menjelaskan tentang kegawatdaruratan jantung, airway, mampu menolong dengan menggunakan Defibrilator dan mampu menjelaskan prinsip-prinsip stabilisasi dan melakukan pertolongan stabilisasi.