Pelatihan Pelayanan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat Untuk Orang Awam

Selasa Pahing, 4 September 2018 11:20 WIB ∼ 281

Foto Berita

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul menggelar pelatihan pelayanan penanggulangan penderita gawat darurat untuk orang awam di Aula Pemkab Bantul II, Manding, Bantul, Sabtu (1/9/2018). Kegiatan ini diikuti sebanyak 92 orang dari awak ambulans swasta di Bantul.

Pelatihan ini diharapkan para awak ambulans dapat menolong pasien gawat darurat dengan tepat, cepat, dan cermat. "Harapannya peserta dapat memberikan pertolongan pertama pada korban sebelum tenaga medis datang atau sebelum penderita dirujuk ke tempat pelayanan yang lebih lengkap," kata Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, I Wayan Marthana.

Selain I Wayan Marthana, pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Atthobari, Kepala Bagian Pengembangan Sidiq Rohadi, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Bantul Ipda Mulyanto, dan sejumlah tenaga medis.

I Wayan mengatakan penanggulangan penderita gawat darurat adalah suatu pelayanan kesehatan yang terarah dan terpadu bagi setiap masyarakat yang berada dalam keadaan gawat darurat. Keadaan gawat darurat dapat terjadi kapan dan dimana saja, dan dapat disebabkan karena penyakit atau kecelakaan.

Menurut dia, orang yang berada di tempat kejadian sebenarnya merupakan penentu keselamatan korban, yang diharapkan dapat melakukan sesuatu untuk mencegah kematian atau kecacatan akibat keadaan darurat. Para awak ambulans merupakan salah satu yang paling dekat dengan tempat kejadian sehingga perlu memahami dalam dalam memberikan pertolongan pertama.

Minimal mampu membebaskan gangguan jalan napas, mampu memberikan nafas buatan, dan mampu melakukan pijat jantung, "Kalau melihat unsur kegawatdaruratan pertama kali harus dilihat jalan napasnya dulu tersumbat atau tidak. Kedua kalau cedera badan letak cederanya dimana? Jangan sampai cedera di kaki pas diangkat justru kakinya yang ditarik. Ketiga kesadarannya, masih sadar atau tidak? Misalnya bisa dicek dari denyut nadi," papar I Wayan.

Kepala Sub Bagian Hukum, Pemasaran, dan Kemitraan RSUD Panembahan Senopati, Siti Rahayuningsih mengatakan para awak ambulans yang menjadi sasaran sosialisasi penanganan keadaan gawat darurat karena saat ini sudah banyak ambulan yang dikelola swasta. Selama ini mereka sering membawa pasien gawat darurat.

Menurut dia, awak ambulans tidak cukup sebatas pandai mengemudikan ambulans, namun perlu memahami persyaratan kegawatdaruratan, peralatan yang harus tersedia di ambulans, serta memahami cara menanggulangi penderita gawat darurat demi keselamatan pasien.

Sementara itu Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Bantul, Ipda Mulyanto menekankan pada unsur keselamatan pada awak ambulans. Ia mengatakan ambulans merupakan salah satu kendaraan yang mendapat prioritas untuk diberikan jalan, namun keselamatan awak ambulans dan pengendara lain juga perlu diperhatikan. "Jangan sampai mengabaikan keselamatan," kata dia.