Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat 2018

Jumat Legi, 2 November 2018 08:40 WIB ∼ 140

Foto Berita

Suasana saat Pelatihan PPGD. Foto by : Siti

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga medis, DPK PPNI RSUD Panembahan Senopati Bantul mengadakan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) atau Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) tahun 2018.

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Rabu—Minggu, 31 Oktober s/d 04 November 2018 Pukul 08.00 – 17.00 WIB. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Pusbankes 118 Persi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang terdiri dari Perawat anggota PPNI Komisariat RSUD Panembahan Senopati Bantul dan Perawat dari wilayah DIY dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Rian Laksita, SST (Ketua DPK PPNI RSUD Panembahan Senopati Bantul) mengatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan wawasan pengetahuan pasien gawat darurat terkini, meningkatkan ketrampilan dan kompetensi perawat dalam menangani kasus kegawatdaruratan, serta meningkatkan ide-ide dan inovasi untuk menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan.

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga medis, DPK PPNI RSUD Panembahan Senopati Bantul mengadakan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) atau Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) tahun 2018.

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Rabu—Minggu, 31 Oktober s/d 04 November 2018 Pukul 08.00 – 17.00 WIB. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Pusbankes 118 Persi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang terdiri dari Perawat anggota PPNI Komisariat RSUD Panembahan Senopati Bantul dan Perawat dari wilayah DIY dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Rian Laksita, SST (Ketua DPK PPNI RSUD Panembahan Senopati Bantul) mengatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan wawasan pengetahuan pasien gawat darurat terkini, meningkatkan ketrampilan dan kompetensi perawat dalam menangani kasus kegawatdaruratan, serta meningkatkan ide-ide dan inovasi untuk menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan.