Membahas DBD dalam acara "Makaryo Mbangun Deso" di Bantul Radio

Selasa Pahing, 26 Februari 2019 09:22 WIB ∼ 513

Foto Berita

dr. Laras dan drg. Rini menjadi narasumber acara Makaryo Bangun deso di Bantul Radio

Selasa (26/2/2019), dalam acara Talkshow "Makaryo Bangun Deso" di Bantul Radio 89,1 Dora FM, drg. Rini Setiyaningsih, MPH (Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD Panembahan Senopati) dan dr. Syarmarini Larasati, Sp.A, (Dokter Klinik Anak RSUD Panembahan Senopati) membahas tuntas penyakit DBD. Mulai dari arti istilah penyakit, gejala, pengobatan, hingga cara-cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan.

Seperti disampaikan oleh para narasumber, bahwa DBD dalam kondisi mewabah saat ini. Berdasarkan data terkini, pasien DBD yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul selama Bulan Januari - Februari 2019 saja mencapai hingga 32 orang. Sedangkan dibandingkan dengan sepanjang tahun 2018 hanya ada 36 orang pasien DBD.

"Diantara beberapa gejala DBD adalah demam dengan suhu yang tinggi bisa mencapai 40°C hingga menggigil, sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, ruam kemerahan atau bintik-bintik pendarahan di bawah kulit yang berwarna merah kehitaman. Gejala demam berdarah lain adalah nyeri perut, muntah, tubuh lemas, dan demam. Selain itu, penderita demam berdarah juga mengalami perdarahan, seperti pada hidung, gusi, atau di bawah kulit, sehingga tampak seperti memar. Darah juga bisa terdapat dalam urine, feses, atau muntah." sebut dokter Larasati.

"Jika terdapat tanda - tanda seperti ini, silahkan tidak perlu menunggu lama, segera mencari pertolongan ditempat layanan kesehatan agar mendapatkan perawatan medis." Lanjutnya.

drg. Rini menambahkan, "Harapannya, masyarakat Bantul secara sadar dan kontinyu melakukan gerakan 3M yaitu :

  1. Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain;
  2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya;
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

dan "plus" nya diantaranya adalah :

  1. Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan;
  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk;
  3. Menggunakan kelambu saat tidur;
  4. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk;
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk;
  6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Hal-hal tersebut dilakukan tidak hanya di satu rumah, namun menjadikannya gerakan serentak. Selain itu masing-masing anggota keluarga juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan melakukan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit." kesimpulan drg. Rini mengakhiri talkshow ini.