Pelatihan PPGD Untuk Perawat

Rabu Legi, 14 Desember 2011 14:25 WIB ∼ 3799

Tingginya kunjungan kasus kegawat daruratan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan rata-rata kunjungan tiga bulan terakhir yaitu periode 1 Juli sampai 30 September 2011 adalah 2130 orang perbulan. Modernisasi dan perubahan pola hidup sangat berperan dalam peningkatan kasus tersebut diatas. Penatalaksanaan kegawat daruratan medis belum mendapatkan hasil yang optimal. Hal ini sering disebabkan karena kurangnya sarana dan prasarana serta kehandalan personel didalamnya. Pada tahun 2011 masih ada perawat yang belum mendapat pelatihan PPGD serta habis masa berlakunya sertifikasi PPGD. RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan rumah sakit rujukan kegawat daruratan medis di Bantul dan sekitarnya. Dalam keadaan sehari penanganan pasien gawat darurat memerlukan penanganan secara terpadu dan pengaturan dalam suatu sistem. Sistem yang baik diperlukan sumber daya manusia yang terampil dan terlatih dalam menangani penderita gawat darurat. Petugas yang terlibat wajib memiliki kemampuan tertentu, yakni ketrampilan untuk memberikan bantuan hidup dasar (Basic Life support) serta mengenal keadaan gawat darurat akibat trauma maupun non trauma . Maka perlu sekali diadakan Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/ Basic Trauma Life Support (BLS) untuk meningkatkan kemampuan dalam penatalaksanaan prosedur kegawat daruratan medis di Rumah Sakit. IGD bekerja sama dengan Diklat Bidang Pengembangan RSUD Panembahan Senopati Bantul dan BAKER PGDM 118 Persi DIY melaksanakan Pelatihan PPGD yang dilaksanakan pada tanggal 14 - 18 Desember 2011. Acara dilaksanakan di Aula B RSUD Panembahan Senopati Bantul. Di ikuti 40 peserta yang terdiri dari semua perawat yang belum pernah pelatihan PPGD dan semua perawat yang habis masa berlaku sertifikasi PPGD (lebih dari 5 tahun). Pelatihan ini berisi 1. Teori : a. Sistem PPGD dan manajemen bencana b. Initial assessment c. Airway & Breathing Management d. Bantuan hidup dasar (BLS) e. Shock & perdarahan f. Stabilisasi & transportasi g. Biomekanik Trauma h. Trauma ekstremitas i. Trauma Thorax j. Trauma abdomen k. Trauma kepala l. Trauma termal m. Intoksikasi n. EKG Aritmia lethal o. Sindroma koroner akut p. Therapi elektrik q. Cardiac arrest r. Triase skenario s. Peran perawat gawat darurat 2. Praktek : a. Resusitasi Jantung Paru b. Airway & Breathing Manajement c. Stabilisasi & Transportasi d. Defibrilasi Dengan Narasumber oleh TIM Baker PGDM1 118 PERSI Cabang Yogyakarta. Diadakannya Pelatihan PPGD ini bertujuan secara umum setelah mengikuti pelatihan peserta mendapatkan pengetahuan dan penatalaksanaan kegawat daruratan medis sehari-hari maupun korban masal di lingkungan kerja masing-masing dan secara khusus setelah mendapat pembelajaran peserta mampu : a. Menjelaskan tentang kegawat daruratan jantung dan melakukan tindakan RJP. b. Menjelaskan tentang kegawat daruratan airway dan melakukan pertolongan airway manajemen. c. Melakukan pertolongan dengan menggunakan Defibrilator. d. Menjelaskan prinsip-prinsip stabilisasi dan melakukan pertolongan stabilisasi.