Workshop Tatalaksana Pra Rujukan pada Kegawatdaruratan Maternal Neonatal untuk Tenaga Kesehatan Puskesmas

Bantul,- Rumah Sakit Umum Daerah Panebahan Senopati menyelenggarakan Workshop Tatalaksana Pra Rujukan pada Kegawatdaruratan Maternal Neonatal untuk Tenaga Kesehatan Puskesmas yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Parasamya, Komplek Kantor Bupati Kabupaten Bantul.(Sabtu, 30/5/26).

Workshop ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan tenaga medis dari puskemas se- Kabupaten Bantul yang dibuka langsung oleh dr. Budi Nur Rohmah, M.H., Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD Panembahan Senopati.

Dalam sambutanya dr. Budi Nur Rohkmah, M.H menjelaskan workshop tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kematian ibu dan neonatal di Indonesia termasuk di Bantul.

“Di mana kematian tersebut secara sistem disebabkan karena 3T yaitu terlambat mengenali dini dan mendiagnosa kegawat daruratan maternal neonatal, terlambat merujuk dan terlambat mendapatkan penanganan definitif di tempat rujukan,” jelasnya.

Kegiatan Workshop ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga medis dan tenaga kesehatan Puskesmas dan PSC 119 dalam mengenali secara dini, mendiagnosa dan memberi tata laksana pra rujukan, agar kegawat daruratan maternal neonatal dapat mendapatkan penatala ksanaan secara cepat dan tepat.

“Selain bentuk kontribusi RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul dalam upaya penurunan AKI AKB, workshop ini juga merupakan bentuk tanggung jawab RSUD Panembahan Senopati sebagai Rumah Sakit PONEK dalam melakukan koordinasi dan pembinaan jejaring rujukan,” imbuh dr. Budi Nur Rokhmah, usai membuka kegiatan workshop.

Senada dikatakan oleh Kepala bagian Hukum, Pemasaran dan Pendidikan RSUD Panembahan Senopati, Siti Rahayuningsih, SH., M.Hum., bahwa kegiatan workshop tatalaksana pra rujukan pada kegawat daruratan maternal dan neonatal pada Puskesmas ini diikuti oleh sejumlah nakes, baik  Bidan, Perawat maupun Dokter yang bertugas di Puskesmas se- Kabupaten Bantul. Dalam hal ini RSUD Panembahan Senopati sebagai penyelenggara kegiatan.

Ke depan diharapkan tenaga kesehatan pada Faskes (Fasilitas Kesehatan-red) Primer dalam hal ini Puskemas dapat memitigasi atau menstabilkan dulu pasien sebelum dilakukan rujukan ke Faskes lanjutan.

Seperti diharapkan oleh dr. I Nyoman Tritia Widiantara, Sp. OG., salah satu narasumber workshop mengharapkan teman-teman di FKTP ini memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, kondisi- kondisi bahaya termasuk pendaraan pasca salin, supaya mereka dengan melihat dan mengidentifikasi, memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dengan melakukan stabilisasi dan menghubungi tempat rujukan. Hal ini supaya nantinya bisa dilakukan koordinasi dengan baik antara tempat terjadinya kejadian pendarahan reklamsia atau komplikasi- komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan itu.

“Jadi nanti kondisi dirujuk itu dalam tahap cukup stabil, sehingga bisa menyelamatkan ibu pada pertolongan pertama dan nanti di tempat rujukan tinggal dilanjutkan dan tidak terjadi komplikasi yang berat, sehingga kita harapkan nanti komplikasi atau angka kematian pada ibu melahirkan bisa ditekan", jelasnya.

Dalam Acara tersebut peserta workshop juga berkesempatan untuk melakukan praktik dengan didampingi dokter dan bidan dari RSUD Panembahan Senopati agar peserta mampu mengimplementasikan langsung ilmu yang diberikan pada workshop tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab RSUD Panembahan Senopati terhadap Faskes di bawahnya untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tenaga medisnya. Antisipasi tingkat pertama dari klinik, puskemas ataupun rumah bersalin bidan praktek adalah untuk mengidentifikasi pada persalinan, kasus yang sering menyembabkan kematian pada ibu- ibu hamil dalam tahap bersalin.