RSUD Panembahan Senopati Bantul Raih Zero Finding dalam Surveillance Pertama Sertifikasi ISO 27001 Tahun 2026

BANTUL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul berhasil mempertahankan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) melalui pelaksanaan survei tahunan (surveillance audit) pertama sertifikasi ISO 27001 yang berlangsung selama tiga hari, pada 28–30 Oktober 2026. Dalam pelaksanaan audit tersebut, tim asesor menyatakan tidak ditemukan adanya temuan ketidaksesuaian (zero finding).

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam menjaga konsistensi penerapan standar keamanan informasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola teknologi informasi di lingkungan rumah sakit.

Surveillance audit dilaksanakan untuk mengevaluasi konsistensi penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi serta meninjau efektivitas pengendalian keamanan informasi. Fokus utama evaluasi mencakup perlindungan terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi, khususnya data rekam medis pasien yang merupakan informasi penting dan bersifat rahasia.

Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Panembahan Senopati Bantul, drg. Sapta Adisuka Mulyatno, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan surveillance merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sertifikasi ISO 27001 yang telah diperoleh rumah sakit sejak tahun 2025.

Meskipun sertifikat ISO 27001 memiliki masa berlaku selama tiga tahun, evaluasi secara berkala tetap wajib dilaksanakan setiap tahun guna memastikan seluruh sistem dan pengendalian keamanan informasi berjalan secara konsisten dan efektif.

Pada surveillance audit tahun ini, ruang lingkup evaluasi difokuskan pada unit pelayanan rawat jalan. Selanjutnya, rumah sakit merencanakan perluasan ruang lingkup penerapan dan evaluasi hingga mencakup unit rawat inap pada tahun 2027.

Menurut drg. Sapta, keamanan informasi memiliki keterkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan kesehatan.

"Core-nya rumah sakit itu pada kepercayaan, layanan, dan keamanan. Kalau keamanan kita sudah kebobolan, pelayanan bisa menjadi kacau. Melalui survei ini, kita bisa mengantisipasi celah keamanan dan memastikan sistem backup berjalan optimal, sehingga kelangsungan pelayanan rumah sakit selalu terjaga," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penerapan ISO 27001 merupakan wujud tanggung jawab rumah sakit dalam menjaga kepercayaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dan masyarakat. Kepemilikan standar internasional ini juga menjadi komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan tata kelola keamanan informasi secara berkelanjutan.

Pada sesi exit meeting yang dilaksanakan pada hari terakhir audit, Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. Atthobari, M.P.P., Sp.MK., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan surveillance audit.

Keberhasilan memperoleh hasil zero finding merupakan capaian bersama sekaligus bukti nyata atas komitmen, kerja sama, dan konsistensi seluruh unsur rumah sakit dalam menerapkan standar keamanan informasi.

Direktur berharap keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian administratif atau formalitas pemenuhan standar sertifikasi, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang melekat dalam aktivitas sehari-hari seluruh pegawai. Dengan demikian, setiap unit kerja senantiasa menerapkan prinsip keamanan informasi dan memiliki kesiapan dalam menghadapi evaluasi maupun audit berikutnya.

Melalui keberhasilan surveillance audit pertama ini, RSUD Panembahan Senopati Bantul menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem keamanan informasi, meningkatkan perlindungan data pasien, serta menjaga kepercayaan masyarakat.